Kudus, 31 Maret 2019

Ilmusantri.net - Isra’ Miraj 2019 Tanggal Berapa? - Sebelum mengetahui tanggal berapa Isra Miroj pada tahun 2019 ini. Perlu kita ketahui apa yang dimaksud dengan Isra’ Miraj. Isra Mi’raj merupakan hari peringatan perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad, SAW ke langit ke 7 yang hanya ditempuh dalam waktu semalam. Perjalanan ini dilakukan setelah Nabi Muhammad, SAW melakukan meditasi di sebuah gua hira di dekat kota Mekah dan kemudian bertemu dengan Malaikat Jibril. Di dalam gua itu, Nabi Muhammad, SAW mematuhi perintah Allah, SWT untuk menjalankan ajaran Islam dan mengajarkan tentang Keesaan Tuhan.

Menurut kitab suci Al-Qur’an, Nabi Muhammad, SAW berangkat dari Masjidil Haram Mekah menuju Mesjid Al Asqa di Yerusalem. Dari Masjid Al Aqsa, Malaikat Jibril mendampingi Nabi Muhammad untuk melakukan perjalanan ke Kerajaan Allah SWT yang berada di langit ketujuh.



Isra Miraj tahun 2019 ini akan jatuh pada Hari Rabu 3 April 2019.

Setelah bertemu beberapa nabi dari setiap tingkatan surga, dan melihat keajaiban dan keindahan surga di sekelilingnya, Nabi Muhammad, SAW kemudian tiba di langit ketujuh untuk mencapai surga. Di surga, Nabi Muhammad, SAW banyak menemukan keajaiban dan keindahan yang lebih besar dan lebih banyak.

Sampai akhirnya, Nabi Muhammad kemudian berhasil mencapai singgasana Allah SWT. Di singgasana Allah, SWT, Nabi Muhammad, SAW diperintahkan oleh Allah, SWT untuk melaksanakan ajaran Islam shalat 5 waktu. Allah, SWT berjanji bagi umat Muslim yang menaati perintah Allah, SWT akan dianugerahi pahala Surga. Nabi Muhammad, SAW kemudian kembali ke bumi dan melaksanakan perintah Allah, SWT serta menyebarkan agama Islam.

Arti Isra’ Mir’aj

Di dalam Tafsir Al Munir dijelaskan, makna isra (اسرى) atau sara (سرى) artinya adalah perjalanan di malam hari. Secara istilah, isra’ adalah perjalanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina Yerusalem.

Sedangkan arti Mi’raj secara bahasa artinya adalah naik. Secara istilah adalah naiknya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ke sidratul muntaha.

Ayat Al Quran Tentang Isra Mi'raj

Disebutkan dalam firman Allah surat Al Isra’ ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى

الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آَيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Isra‘: 1)

Sedangkan ayat Al Qur’an tentang mi’raj ini disinggung dalam surat An Najm ayat 13-18:

لَقَدْ رَآَهُ نَزْلَةً أُخْرَى، عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى، إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى

مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى، لَقَدْ رَأَى مِنْ آَيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى

“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” (QS. An-Najm: 13-18)

Tafsir tentang Ayat Isra Miraj

Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa sidratul muntaha adalah tempat tertinggi di langit yang menjadi batas ujung pengetahuan dan amal aktifitas para makhluk. Tidak seorang makhluk pun mengetahui apa yang ada di belakangnya.

“Tempat ini diserupakan dengan as sidrah yang artinya pohon nabk karena mereka berkumpul di bawah teteduhannya. Di dekat sidratul muntaha ada surga Al Ma’wa yakni tempat tinggal arwah orang-orang mukmin yang bertaqwa,”.

Tanggal Terjadinya Isra Miraj

Dalam Sirah Nabawiyah-nya, Ar Rahiqul Makhtum, Syaikh Shafiyyur rahman Al Mubarakfuri menjelaskan enam pendapat kapan terjadinya Isra miraj.

  1. Peristiwa Isra’ terjadi pada tahun ketika Rasulullah mendapatkan wahyu pertama. Ini merupakan pendapat Ath Thabari.
  2. Isra miraj terjadi lima tahun setelah Rasulullah diutus menjadi Nabi. Pendapat ini dikuatkan oleh An Nawawi dan Al Qurthubi.
  3. Isra miraj terjadi pada malam 27 Rajab tahun 10 kenabian. Pendapat ini dipilih oleh Allamah Al Manshurfuri.
  4. Peristiwa ini terjadi 16 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 12 kenabian.
  5. Peristiwa ini terjadi 1 tahun 2 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun 13 kenabian.
  6. Terjadi 1 tahun sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Rabiul Awal tahun 13 kenabian.



Prof. Dr. Muhammad Sameh Said dalam buku Sirah Nabawiyah-nya, Muhammad Sang Yatim, menjelaskan bahwa peristiwa isra miraj terjadi pada malam 27 Rajab, namun para ulama berbeda pendapat mengenai tahunnya.

Sedangkan Prof. Dr. Muhammad Ali Ash Shalabi dalam buku Sirah Nabawiyah-nya menegaskan bahwa isra miraj terjadi satu tahun sebelum hijrah ke Madinah.

Peristiwa Yang Dialami Nabi Muhammad di Malam Isra Miraj

Secara singkat dalam kitab Sirah Nabiwiyah, Syaikh Shafiurrahman al-Mubarakfuri merekam tentang apa saja yang dialami oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selama perjalanan beliau dari Masjid Haram menuju Masjid Al-Aqsho lalu dinaikkan ke sidratul muntaha. Di antara yang beliau alami ialah:

  1. Nabi Muhammad SAW ditawari susu dan khamar, lalu memilih susu. Kemudian dikatakan kepada beliau, ‘Engkau telah diberi petunjuk sesuai fitrah.’ Dalam lafal yang lain, ‘Engkau telah mengenai fitrah, sedangkan andaikata engkau mengambil khamar, tentu umatmu akan sesat.’
  2. Nabi Muhammad SAW melihat empat sungai di surga; dua sungai tampak dan dua lagi tersembunyi. Dua sungai yang tampak ini adalah sungai Nil dan Eufrat, yakni unsur keduanya. Adapun yang tidak nampak adalah dua sungai di surga. Barangkali makna melihat sungai Nil dan Eufrat tersebut adalah sebagai isyarat atas eksistensi Islam pada kedua wilayah di mana kedua sungai tersebut berada. Wallahu a’lam.
  3. Nabi Muhammad SAW melihat Malaikat Malik, penjaga neraka yang tidak pernah tertawa, di wajahnya tidak terpancar kegembiraan dan keceriaan.
  4. Nabi Muhammad SAW juga melihat surga dan neraka.
  5. Nabi Muhammad SAW melihat para pemakan harta-harta anak yatim secara zalim. Mereka memiliki bibir seperti bibir unta, mulut-mulut mereka dilempari dengan sepotong api dari neraka seperti batu sebesar genggaman tangan, lalu keluar dari dubur-dubur mereka.
  6. Beliau melihat para pemakan riba yang memiliki perut-perut yang buncit. Karena kondisi ini, mereka tidak mampu untuk beranjak dari tempat mereka. Mereka dilintasi oleh keluarga pengikut Fir’aun saat akan disodorkan ke neraka lalu mereka diinjak-injak.
  7. Nabi Muhammad SAW melihat para pezina, di antara tangan-tangan mereka terdapat daging yang gemuk dan segar dan di sampingnya terdapat daging yang bernanah dan membusuk. Mereka memakan yang bernanah dan membusuk tersebut dan membiarkan yang gemuk dan segar.
  8. Nabi Muhammad SAW melihat wanita-wanita yang suka membawa masuk para lelaki asing. Beliau melihat mereka sedang bergelantungan pada payudarapayudara mereka.
  9. Nabi Muhammad SAW melihat rombongan dari penduduk Mekkah sepulangnya dan ketika pergi. Beliau telah menunjukkan kepada mereka tentang unta yang melarikan diri dan meminum air milik mereka. Air minum ini ada di dalam wadah yang tertutup saat mereka tertidur, lantas si unta tersebut meninggalkan wadah tersebut dalam posisi tertutup. Hal itu telah menjadi petunjuk akan kebenaran pengakuan beliau pada pagi hari dari malam Isra`.



Hikmah Isra Miraj

Banyak sekali hikmah Isra Miraj dari berbagai sudut pandang:

  1. Isra miraj merupakan tasliyah (hiburan) dari Allah. Saat itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dilanda duka hingga menyebut amul huzn (tahun duka cita). Mengapa beliau berduka? Ada beberapa sebab. Pertama, istri beliau Khadijah radhiyallahu ‘anha wafat pada bulan Ramadhan tahun 10 kenabian. 
  2. Shalat Rasulullah bersama para Nabi di Baitul Maqdis menunjukkan kedudukan beliau sebagai pemimpin para Nabi.
  3. Rasulullah memilih susu untuk beliau minum sebelum mi’raj lalu Jibril memujinya. Ini menguatkan bahwa Islam adalah agama fitrah dan kesucian.
  4. Urgensi shalat dan kedudukannya yang agung. Jika perintah lain cukup dengan wahyu melalui Malaikat Jibril, perintah shalat langsung diturunkan Allah kepada Rasulullah tanpa perantara Jibril. Shalat ini pula yang menjadi inti tasliyah (hiburan) bagi hambaNya.
  5. Sesungguhnya Masjid Al Aqsha memiliki kaitan erat dengan Masjidil Haram. Masjid Al Aqsha merupakan tempat isra’ Rasulullah dan kiblat pertama umat Islam. Karenanya umat Islam harus mencintai Masjid Al Aqsha dan mempertahankannya dari segala upaya penjajah Yahudi yang hendak mencaplok dan merobohkannya.
  6. Keberanian Rasulullah sangat tinggi dalam berdakwah dengan menyampaikan isra miraj kepada mereka. Meskipun mereka tidak akan percaya bahkan mencemooh dan mengolok-olok, Rasulullah tetap menyampaikan. Beliau bahkan memberikan bukti-bukti empiris kepada kafir Quraisy meskipun mereka justru menuduh beliau sebagai tukang sihir.
  7. Rasulullah hendak mencapai fase baru yakni hijrah dan mendirikan negara Islam di Madinah. Maka Allah memurnikan barisan dakwah dengan isra miraj. Orang-orang yang tidak kuat aqidahnya dan mudah goyang keyakinannya, mereka murtad setelah diberitahu tentang isra miraj. Adapun yang imannya kuat, mereka justru semakin kuat imannya.
  8. Rasulullah menyampaikan bahaya penyakit masyarakat yang dilihatnya. Beliau diperlihatkan bagaimana siksa untuk orang yang suka ghibah, orang yang berzina, orang yang makan harta anak yatim, dan lain-lain.
  9. Keimanan umat yang paling sempurna adalah imannya Abu Bakar. Ketika orang-orang kafir Quraisy mengabarkan bahwa Muhammad mengatakan telah isra miraj, beliau langsung mempercayainya. “Jika yang mengatakan Rasulullah, aku percaya,” demikian logika keimanan Abu Bakar sehingga beliau mendapat gelar Ash Shiddiq.
  10. Para sahabat menjadi perhatian terhadap Masjid Al Aqsha yang saat itu berada dalam kekuasaan Romawi. Kelak di masa kekhalifahan Umar bin Khattab, Masjid Al Aqsha bisa dibebaskan.


Demikian artikel tentang Isra Miraj: Arti, Perjalanan, Hikmah dan Peristiwa tang Dialami Nabi. Semoga Bermanfaat.

Sumber : https://www.ilmusantri.net/2019/02/isra-miraj-arti-perjalanan-kisah-hikmah-dan-peristiwa-yang-dialami-nabi-muhammad.html



Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar:

0 comments:

Silakan isi komentar, isi diluar tanggung jawab kami.
Mohon menjaga etika dan saling menghormati.

Salam Inspirasi