bagaimana tidak hebat
rutinitas pagi harus serba hemat
bangun tepat
mandi cepat
sarapan kalo sempat

guruku hebat
jam 05.00 sudah wangi
menjemput sang pelangi
mengantarkannya meraih mimpi
demi ibu pertiwi

guruku hebat
bertahun tahun menahan diri
dari keinginan hati
dari nafsu yg menghampiri
walau kadang makan hati

guruku hebat
bagaimana tidak hebat
tiap hari menopang martabat
walau kadang tak bersahabat
namun tetap kuat

guruku tetap hebat
dalam kekurangan tetap bertahan
dalam kesederhanaan tetap diam
dalam kesuksesan tetap sopan
dalam kemakmuran tetap tenang 

guruku memang hebat
meski bukan konglomerat
namun tak melarat
meski bukan bangsawan
namun tetap menawan

guruku hebat
mendidik anak negeri sepenuh hati
mengajarkan budi pekerti
agar menjadi insan yg bernurani
tanpa harus menyakiti

guruku tetap yg hebat
gaji kecil tak sakit hati
gaji cukup tak sombong diri
meski banyak yg sakit hati
karna guru dapat sertifikasi

guruku memang hebat
karna sertifikasi dituntut kompetensi
kalau tak mau diamputasi
oleh penguasa negeri
yang "katanya" baik hati

guruku memang hebat
meski mutasi dan gandanya kompetensi mengancam diri
tak menjadikannya patah hati
mengabdikan diri untuk negeri
sambil menunggu panggilan Surgawi 

Karya Siswa SMAN 6 Bogor juara puisi se-Jabar.
Sent from my BlackBerry - the most secure mobile device - via the Telkomsel Network
Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar: