TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto kembali bekerja di gedung parlemen, Selasa (10/10/2017), setelah absen beberapa waktu pasca-ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, dan menjalani perawatan atas sejumlah penyakit yang dideritanya.

Kedatangan Novanto menjadi perhatian para wartawan yang bertugas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Informasi kedatangan Novanto berawal dari foto yang beredar di salah satu Whatsapp group sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam foto yang terlihat agak kabur itu, ada sosok pria yang potongan rambut dan postur tubuhnya mirip dengan Novanto.

Ia masuk ke ruangan Ketua DPR di Lantai 3 Gedung Nusantara III tanpa melalui pintu depan.

Ini janggal, sebab biasanya Novanto menuju ruangan kerjanya melalui pintu tersebut.

Menurut informasi, Novanto masuk melalui pintu Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR.

Tak lama, pengamanan menuju ruangan Novanto diperketat.

Tak hanya pengamanan di lift yang ada di Gedung Nusantara III yang diperketat, tetapi juga lift di bagian belakang dan tangga darurat.

Bersamaan dengan itu, sejumlah kader Golkar berdatangan menuju ruangan Novanto.

Mereka yang terlihat hadir di antaranya Aziz Syamsuddin, Bambang Soesatyo, Yahya Zaini, Nurul Arifin, Rambe Kamarul Zaman, dan Robert Kardinal.

Tak satupun dari mereka mengakui keberadaan Novanto di ruangan Ketua DPR.

Mereka mengaku hanya membahas pekerjaan seperti biasa.

Para wartawan akhirnya diperbolehkan naik ke lobi ruangan Novanto sekitar pukul 13.00 WIB.

Akan tetapi, Novanto tak kunjung keluar.

Sejumlah wartawan pun memilih berbagi tugas untuk berjaga di dua pintu keluar selain pintu yang biasa dilalui yakni pintu Setjen DPR dan Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Hingga pukul 15.00 WIB, Novanto tak kunjung terlihat.Yang tampak tiba di Gedung DPR justru Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono yang langsung masuk ke Kantor Setjen DPR.

Saat ditanya tujuannya, Agung menjawab hendak bertemu Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham yang tak terlihat kehadirannya di Kompleks Parlemen.

Sekitar pukul 16.00 WIB, Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Ace hasan Syadzily dan Ketua DPP Golkar Rambe Kamarul Zaman membenarkan kehadiran Novanto pada hari ini.

"Ya, hari pertama kerja ya," ujar Kabid Kerjasama Ormas dan Lembaga Kepartaian Rambe Kamarul Zaman saat ditemui di Lantai Dasar Gedung Nusantara III DPR, Selasa.

Tak lama setelah itu, Agung keluar melalui Kantor DPD dan kembali enggan menjawab saat ditanya isi pembicaraan dengan Novanto.

Agung pun berlalu menggunakan mobil Toyota Alphard putih diiringi dua patroli pengawal (patwal) motor dan mobil sedan Lexus hitam bernomor polisi B 8 NJB.

Sementara, mobil yang kerap ditumpangi Novanto salah satunya sedan Lexus hitam dengan plat nomor RI 6.

Setalah Agung, Nurul juga menyusul keluar dari pintu yang sama.

Ia juga enggan menjawab pertanyaan seputar kedatangan Novanto. Hingga pukul 19.00 WIB, para wartawan masih menunggu Novanto, tetapi tak kunjung muncul.

Setelah dicek, hanya tersisa satu patwal motor yang mengawal mobil Toyota Alphard berplat nomor RI 7 milik Ketua DPD Oesman Sapta Odang.

Hal itu sekaligus menjadi penanda ternyata Novanto telah meninggalkan Kompleks Parlemen.

Pimpin rapat pleno

Sementara itu, pada hari ini, Novanto djadwalkan memimpin Rapat Pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Golkar Sarmuji.

"Kabarnya ketua umum yang akan mempimpin," kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/10/2017).

Ia mengatakan, belum ada agenda resmi yang akan dibahas dalam rapat pleno.

Namun, dimungkinkan rapat akan membahas revitalisasi kepengurusan DPP Golkar.

KOMPAS.com/Rakhmat Nur Hakim

Artikel ini sudah dipublikasikan di KOMPAS.com dengan judul: Setya Novanto dan Hari Pertamanya Kembali Bekerja di DPR...

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2017/10/11/hari-pertama-kembali-ngantor-tingkah-setya-novanto-mendadak-aneh

Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar:

0 comments:

Silakan isi komentar, isi diluar tanggung jawab kami.
Mohon menjaga etika dan saling menghormati.

Salam Inspirasi