Judul dari komentar :
Agus Wiranta @garnisun78924 menit yang lalu

 Sedih dan selanjutnya ......

Pribumi dan Non Pribumi

sumber : https://news.detik.com/berita/3686774/anies-kini-saatnya-pribumi-jadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri 


Sebarr.com, Jakarta - Pidato Gubernur DKI Jakarta yang baru saja dilantik berfokus pada soal Pribumi dan Non Pribumi, sejumlah media menggunakan judul yang menyatakan pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemimpin Jakarta merupakan momentum kebangkitan pribumi untuk berkuasa.
Dalam pidato yang di Ucapkan Anies di Halaman Kantor Balaikota DKI Jakarta hari ini, senin (16/10) , Mantan Menteri Pendidikan ini tidak sama sekali mengurai soal program kerja 35 hari atau 100 hari setelah dilantik seperti pejabat yang usai dilantik pada umumnya.
Anies Baswedan fokus soal 'pribumi yang terjajah dan Jakarta yang dekat dengan penjajahan'.
Entah ditujukan untuk Pidato Anies atau tidak, ucapan Pribumi non Pribumi dalam pidato Anies rupanya ditanggapi dan menjadi bahasan di sosial media. Redaksi menemukan salah satu netizen yang membahas soal "pribumi".
Dalam laman akun Face Book yang diunggah sekira pukul 21.45, Jane Ardaneshwari menulis soal insiden pribumi, berikut ini kami sadurkan secara utuh tulisan tersebut.
Jane Ardaneshwari
INSIDEN PRIBUMI
THE PRIBUMI INCIDENT

Pemberitahuan:
Posting ini murni dimaksudkan sebagai upaya berbagi opini, hihihi....

Saat saya bekerja sebagai pemimpin redaksi di sebuah divisi penerbitan kreatif, saya pernah mengedit sebuah teks advertorial sekaligus menegur copywriter penulisnya.
Apa pasal? Ada kata "pribumi" dalam tulisannya. Saya lupa dalam konteks apa ia menggunakannya. Waktu itu, saya sampaikan kepadanya bahwa kata itu tidak layak lagi dipakai.
"Kenapa emangnya, Mbak?"
"Karena kata itu dipakai oleh pemerintah kolonial Belanda untuk memecah belah bangsa ini. Baca ulang sejarah bangsa kita. Cek pintu masuk kolam renang Cikini. Di situ masih tertera kalimat dalam Bahasa Belanda yang berbunyi
'Verboden voor Honden en Inlander; Terlarang bagi Anjing dan Pribumi.' Bayangkan, kata 'pribumi'
sampai diletakkan sesudah kata 'anjing', untuk menggarisbawahi penghinaan yang diskriminatif itu.
Kesenjangan ekonomi dan sosial antar golongan pribumi, golongan timur asing (Cina, Arab, India), dan kaum kolonial Belanda sengaja diciptakan pemerintah kolonial Belanda untuk memudahkan 'pengelolaan' wilayah jajahan.

Bakal repot kan, kalau rakyat jajahan kompak?
Kita sekarang kan sudah merdeka. Masa mikirnya masih kayak orang jajahan?"
Singkat cerita, sang copywriter manggut-manggut dan kata "pribumi" itu akhirnya lenyap.
Oh ya, "insiden pribumi" di atas terjadi sekitar tahun 2005.
Sekian sharing saya kali ini.
Untuk diketahui, dalam pidato pertama kali di balai Kota DKI Jakarta hari ini, Anies justru bicara soal pribumi yang ditindas dan dikalahkan, pribumi yang dulu dijajah dan kini merdeka.
Namun anies tidak menyebut langsung siapa yang dimaksud dengan 'pribumi' itu, ia hanya berjanji akan menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Jakarta.
"Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini telah merdeka, saatnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta (16/10).
Masih didalam rangkaian Pidato, menurut Anies, Jakarta bukan hanya sekadar Kota, tapi juga Ibu Kota, Anies juga menyebut Jakarta adalah kota yang merasakan Kolonialisme dari dekat dan merasakan penjajahan didepan mata, berbeda dengan daerah lain yang menurut Anies penajajahan terasa jauh.
"Jakarta ini satu dari sedikit kota di Indonesia yang merasakan kolonialisme dari dekat. Penjajahan di depan mata itu di Jakarta, selama ratusan tahun, di tempat lain penjajahan terasa jauh tapi di Jakarta, bagi orang Jakarta kolonialisme di depan mata dirasakan sehari-hari," katanya.
Sebab itu, menurut Anies, saatnya masyarakat Indonesia merasakan manfaat kemerdekaan.
"Kita yang bekerja keras untuk merebut kemerdekaan, mengusir kolonialisme, kita harus merasakan manfaat kemerdekaan kemerdekaan," ucap Anies.
Anies juga mengingatkan agar warga Jakarta bisa menjadi tuan rumah di kotanya. "Jangan sampai Jakarta seperti yang ditulis dalam pepatah Madura, itik yang bertelor, ayam yang mengerami," kata Anies menggunakan bahasa Madura.
Untuk mewujudkankeadilan sosial di Jakarta, kata Anies, Pancasila harus mengejawantah, pancasila harus menjadi kenyataan.
"Setiap silanya harus terasa dalam keseharian," katanya.
Prinsip ketuhanan harus diwujudkan dengan hadirnya kemanusiaan tanpa ada yang terpinggirkan terugikan apalagi tidak dimanusiakan.
"Maka kita hadirkan Jakarta yang manusiawi, Jakarta yang beradab sebagaimana sila kedua Pancasila," katanya.
Sejalur dengan pidato perdana Anies, masa pendukung saat Anies dan Sandi dilantik juga nampak menggelar spanduk besar dan panjang yang bertuliskan "Kebangkitan Pribumi Muslim", spanduk panjang tersebut nampak dibentangkan di depan Kantor Balaikota untuk menyambut Pelantikan Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta.

sumber : http://sebarr.com/12851/anies-pidato-soal-pribumi-non-pribumi-netizen-kata-pribumi-itu-yang-dipakai-belanda-untuk-memecah-belah-bangsa





Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar:

0 comments:

Silakan isi komentar, isi diluar tanggung jawab kami.
Mohon menjaga etika dan saling menghormati.

Salam Inspirasi