VIVAnews - Orang tua almarhum Ade Sara Angelina Suroto (19) menyaksikan rekonstruksi pembunuhan anaknya di Polda Metro Jaya, Kamis siang, 3 April 2014. Kesedihan masih tergambar di wajah Elisabeth, ibu Ade. Sedangkan ayahnya, Suroto tampak tegar. Namun keduanya enggan meladeni jurnalis yang bertanya.

Reka ulang yang berlangsung di depan halaman gedung Reserse Kriminal Khusus itu saat ini masing berlangsung. Kedua tersangka, Hafitd (19) dan Assyifa (18) tampak memperagakan adegan demi adegan penganiayaan terhadap mahasiswi Universitas Bunda Mulia, Jakarta Utara itu.

Rekonstruksi dimulai dari pertemuan korban dengan pelaku di Stasiun Gondangdia hingga saat sejoli itu membuang mayat Ade Sara di Tol JORR, KM 41, Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Termasuk ketika pelaku membuang alat setrum sebagai barang bukti yang mereka gunakan untuk membunuh putri semata wayang Suroto dan Elisabeth itu.

Reka adegan ini juga dihadiri pengacara tersangka, Hendrayanto. Sebelum rekonstruksi dimulai, Hendrayanto sempat memberikan keterangan. Dia menyangkal bahwa kliennya membunuh Ade Sara secara terencana. "Tersangka kaget ketika tahu korban meninggal. Ketika kejadian pun tersangka bingung karena tidak ada persiapan," kata Hendrayanto.

Hendrayanto mengaku sangat mengenal Hafitd. Menurutnya Hafitd adalah anak yang baik. Kata dia, tisu dan alat sentrum itu tidak dipersiapkan oleh tersangka, tapi memang telah ada di dalam mobil Hafitd. "Tisu memang sudah milik korban, dan tidak ada senjata tajam yang disiapkan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka menganiaya Ade Sara dengan cara memukul, menyetrum, dan menyekik. Setelah tak berdaya, mulut Ade disumpal dengan koran serta tisu. Ade akhirnya wafat karena kehabisan nafas.

Jasad Ade ditemukan pertama kali oleh petugas derek jalan tol bernama Didin Hermansyah pada Rabu pagi, 5 Maret 2014. Saat ditemukan, Ade, mengenakan baju warna putih lengan panjang, dan rok warna hitam. Di tubuhnya terdapat bekas luka lebam, dan wajahnya sudah menghitam. Ade memakai gelang karet warna merah di tangan kiri, dengan tulisan "Java Jazz Festival". (eh)


Ada beberapa komentar yang kami copas : 
Silahkan baca selengkapnya dari sumber http://metro.news.viva.co.id/news/read/493762-ayah-dan-ibu-saksikan-rekonstruksi-pembunuhan-ade-sara

Anak dari pengacara mereka boleh tuh jadi korban berikutnya dgn cara yang sama. Supaya kita semua bisa dengarkan ucapannya yang sama kayak sekarang ini

"Hendrayanto mengaku sangat mengenal Hafitd. Menurutnya Hafitd adalah anak yang baik" ... Pengacara pada umumnya, yang meskipun fakta di depan mata namun enggan mengakui dan mengungkapkannya ... Pengacara Tanpa Hati Nurani ...



Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar:

0 comments:

Silakan isi komentar, isi diluar tanggung jawab kami.
Mohon menjaga etika dan saling menghormati.

Salam Inspirasi