WAHYUDI:
Keminfo telah me-launching 2 website yang berfungsi sebagai pusat informasi terpadu dan sebagai sarana penyampaian komplain terhadap pemerintahan.
Jika anda membutuhkan informasi apapun silahkan kunjungi website www.satulayanan.net
Dan jika ingin mengajukan komplain apapun yang terkait dengan pemerintahan silahkan disampaikan melalui website www.lapor.ukp.go.id
Selain itu, anda juga bisa berinteraksi melalui twiter @opengovindo
Semoga bermanfaat.
WAHYUDI:
MENJUAL SISIR KEPADA ORANG GUNDUL
Sebuah perusahaan membuat tes utk menguji 3 calon staf penjualnya. Tesnya unik, yaitu menjual sisir di satu kompleks vihara besar. Tentu saja, tes ini dibilang unik krn para biksu yg ada di sana semuanya gundul, alias tak perlu sisir.
Keadaan inilah yg membuat calon ke-1 sangat kesulitan dlm menjalani tes. Pada akhirnya, ia hanya mampu menjual satu sisir. Itupun krn belas kasihan seorang biksu yang iba melihatnya.
Tapi, tdk dgn calon kedua. Ia berhasil menjual sepuluh sisir. Namun katanya, ia tdk menawarkan sisir kpd para biksu, melainkan kpd para turis yg ada di sekitar kompleks. Ya, angin di sana memang cukup kencang sehingga sering membuat rambut jadi awut-awutan.
Lalu bagaimana dgn calon ketiga? Ia berhasil menjual 500 sisir! Caranya? Ia menemui kepala vihara, lalu meyakinkan jika sisir yg dijualnya itu bisa jadi souvenir yg bagus utk para turis yg berkunjung. Katanya lagi, kepala vihara bisa membubuhkan tanda tangan di atas sisir-sisir tsb, dan tentunya akan menambah nilai sisir tsb. Sang kepala vihara pun setuju utk membeli ratusan sisir.
Ini mungkin hanya cerita ilustrasi. Tapi dlm kehidupan sehari-hari, hal spti ini bisa menjadi gambaran pemikiran banyak orang. Apa yg sering dianggap orang sbg penghambat terbesar karier mereka? Bukankah banyak orang sering kali menyalahkan keadaan? Ini yg membuat calon pertama gagal menjual sisir.
Sementara calon kedua, sdh berani "think out of the box". Namun ia masih terpaku pada fungsi sisir: hanya sebagai alat untuk merapikan rambut.
Dan calon ketiga berani berpikir bahwa sisir bukan hanya alat merapikan rambut, melainkan bisa menjadi souvenir.
Kita tdk bisa mengatur situasi seperti yg kita kehendaki. Tapi kita bisa mengerahkan segenap kekuatan kita utk mencari solusi. "Segenap kekuatan" bukan hanya terbatas otot atau semangat, tapi juga pikiran, ilmu, kreativitas, serta kerja keras.
Mari, maksimalkan segala potensi diri kita! Kedepankan cara berpikir positif dan serba mungkin.

Sent from my smartphone











Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar: