Investasi Kebajikan
" Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan itu seramah wujudnya, dan
kebaikan itu sebaik rasanya. Orang yang pertama kali akan dapat merasakan
manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya." - Dr. Aidh Al
Qarni -
Dikisahkan ada seorang pengusaha mengalami sakit stroke dan sudah beberapa
hari dirawat di ICU. Dalam keadaan komanya, Malaikat datang menghampirinya
dan berkata, "kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa untuk
kesembuhanmu, maka engkau akan sembuh dan sebaliknya kalau dalam 24 jam dari
sekarang tidak terpenuhi 50 orang yang mendoakanmu, itu artinya engkau akan
meninggal dunia." Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1
jam sebelum batas waktu yang sudah ditetapkan. Dalam hati si pengusaha
merasa yakin kalau hanya 50 orang itu akan mudah dipenuhinya, karena ia
memiliki lebih dari 1000 karyawan yang dipimpinnya dan pergaulannya luas
dengan sesama pebisnis lainnya.
Tepat setelah 23 jam kemudian, Malaikat kembali mengunjunginya dan dengan
lembut mengatakan, "Aku sudah mengamati dan mendengarkan suara hati yang
berdoa untukmu, tapi sampai saat ini baru ada 5 orang yang berdoa untukmu,
sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi." Kemudian sang Malaikat
menunjukkan layar besar, siapa saja 5 orang yang berdoa buat kesembuhannya.
Terlihat wajah duka sang istri dan 2 orang anak kecil, putra putrinya, serta
2 orang tuanya yang dengan tulus dan khusuk mendoakannya. Malaikatpun
mengatakan lagi, " sebenarnya ada beberapa orang lainnya yang berdoa buatmu
tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakitmu, itu semua
karena engkau dikenal sombong, arogant, egois dan hanya mengumpulkan harta
untuk mementingkan diri sendiri." Menangislah si pengusaha ini, penyesalan
yang luar biasa, tapi waktunya sudah terlambat. Rasanya tidak mungkin dalam
sisa waktu 30 menit ada 45 orang lagi yang mendoakannya.
Tepat waktu 24 jam, sang Malaikat berkata, "Tuhan mengabulkan doa-doa untuk
kesembuhanmu, karena ada 45 orang lagi yang berdoa buatmu tepat sebelum
batas waktu berakhir." Kemudian sang Malaikat menunjukkan suatu tempat yang
pernah dia kunjungi beberapa tahun lalu, disaat kariernya belum sesukses
sekarang. Yakni sebuah panti asuhan anak-anak yatim piatu. Malaikatpun
mengatakan, "Ada salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca berita di
Koran kalau seorang pimpinan perusahaan besar terkena stroke dan sudah
beberapa hari koma di ICU. Setelah melihat gambar di koran, ia yakin kalau
pria yang sedang koma itu adalah orang yang pernah datang ke panti asuhannya
memberikan bantuan dana pada saat mereka membutuhkannya. Akhirnya pimpinan
panti asuhan beserta 45 anak-anak panti asuhan yatim piatu itu sepakat
berdoa buat kesembuhanmu."
Kisah diatas yang sumbernya entah darimana, mungkin saja hanyalah kisah
fiktif semata, tetapi bisa menjadi hikmah yang tepat dalam memahami tulisan
ini. Siapapun yang menanamkan kebajikan, memberikan keramahan, melakukan
kebaikan bagi kehidupan, ia sendirilah yang pertama akan merasakan
manfaatnya. Bisa saja seketika itu akan merasakan manfaatnya dalam
kebahagiaan mendalam atau kedamain hati. Tetapi bisa juga balasannya dalam
waktu yang tidak kita ketahui, seperti yang diterima oleh pengusaha tersebut
diatas. Kebajikan yang telah ditanamkannya dalam beberapa waktu sebelumnya
yang mungkin sudah dilupakannya, barulah kemudian ia menerima balasannya.
Pernahkah Anda merasakan kebahagiaan ketika Anda dapat membantu seseorang
yang sedang memerlukan pertolongan ? Sesungguhnya itulah kebahagiaan yang
menyentuh aspek spiritual seseorang. Kebahagiaan yang demikian akan
memberikan arti bagi kehidupan dan menjadi makanan yang memperkaya jiwa
kita.
Mohon dipahami bahwa kemuliaan hidup yang kita impikan menuntut kita untuk
membayarnya dengan kesungguhan mengalahkan ego pribadi dan keinginan hanya
mementingkan diri sendiri. Mengalahkan keserakahan hanya menumpuk harta
untuk dirinya sendiri, melainkan mau membayarnya dengan memikirkan
kepentingan orang lain dan mau banyak berbagi kebaikan untuk orang lain.
Kemuliaan hidup itu hanya dapat dicapai dengan kita memberbanyak kontribusi
dan manfaat kebaikan bagi orang lain. Kesungguhan dan keikhlasan kita untuk
memperbanyak kebaikan bagi orang lain, akan mengalirkan kembali kebaikan
kedalam diri kita. Hal ini sudah ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya,
''Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan
jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri.''
Berbagai kegundahan, kegelisahan dan kekawatiran akan masa depan kehidupan
kita akan lama mengisi hidup kita, kalau kita tidak mengalihkan perhatian
pada upaya memberikan manfaat dan banyak berbagi kebaikan dengan orang lain.
Masalah kehidupan baik dalam dalam karier dan bisnis akan lama bersama dan
mengisi kesadaran kita, bila kita tidak mengalihkan semua itu melalui upaya
banyak memberikan manfaat dan berbagi kebaikan dengan orang lain.
"Alam dan kehidupan akan memuliakan orang yang banyak berbagi kebaikan bagi
sesama. Memberikan kemudahan bagi orang yang senang memudahkan urusan orang
lain."
Tidak mungkin seseorang bisa mencapai kesuksesan yang memberikan kebahagiaan
yang menyentuh aspek spiritualitasnya, bila dia tidak lebih dahulu
menanggalkan egonya dan banyak membantu orang lain. Siapapun diri kita,
sekecil apapun pekerjaan yang kita lakukan, bila kita melihat pekerjaan yang
kecil itu sebagai cara untuk mempermudah kehidupan orang lain, cara untuk
membantu orang lain, itu berarti telah berinvestasi kebajikan untuk sesama.
Pada saatnya alam semesta dan kehidupan ini akan mencairkan kembali tabungan
ivestasi kebajikan yang telah kita kumpulkan.
Banyak hal yang dapat dilakukan dalam menaburkan benih-benih kebajikan atau
menanamkan investasi kebaikan, sebagaimana saya tuliskan dalam buku saya
Life Balance Ways yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Kalau Anda
memiliki semangat dan motivasi misalnya, berbagilah dengan mereka yang
membutuhkannya. Kalau Anda memiliki ide, pemikiran dan tenaga, berbagilah
untuk kebaikan orang lain. Kalau Anda memiliki ilmu pengetahuan, kekuasaan,
jabatan atau harta kekayaan, gunakanlah untuk memberikan manfaat kebaikan
sesama kehidupan, dan lain sebagainya. Pada intinya semakin banyak hal-hal
posisitf kebaikan yang kita bagikan, semakin banyak energi positif kebaikan
yang kita bagikan, berarti semakin besar tabungan investasi kebaikan yang
kita tanamkan. Ketika hal itu kita lakukan dengan keikhlasan, pada saatnya
kita akan menerimanya kembali. Mungkin kita menerimanya dalam bentuk
kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa, ketenangan hidup, keberhasilan, kesehatan
dan kemudahan rejeki, dll.
SEMOGA BERMANFAAT.
Salam Mulia.
Eko Jalu Santoso| <http://www.ekojalusantoso.com> www.ekojalusantoso.com
Sumber: Cuplikan Buku Life Balance Ways, halaman 218-219, karya Eko Jalu
Santoso yang diterbitkan Elex Media Komputindo. Terbit dan beredar di
Gramedia seluruh Indonesia mulai 13 Oktober 2010.

Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar:

0 comments:

Silakan isi komentar, isi diluar tanggung jawab kami.
Mohon menjaga etika dan saling menghormati.

Salam Inspirasi