George Dantzing, seorang mahasiswa suatu kali datang terlambat mengikuti
perkuliahan. Saat George masuk kelas, yang dia lakukan adalah mencatat 2
soal matematika untuk dikerjakan di rumah. Saat tugas tersebut harus
dikumpulkan, maka dari seluruh mahasiswa hanya George yang bisa mengerjakan
soal tersebut. George sendiri juga heran, mengapa hanya dia seorang yang
mampu mengerjakan soal tersebut. Ternyata, sebelum memberikan 2 soal
matematika tersebut, sang profesor berkata kepada seisi kelas bahwa soal
tersebut sangatlah sulit untuk dikerjakan, bahkan belum pernah ada ahli
matematika yang mampu menyelesaikan soal tersebut. Ini membuat mereka
menjadi pesimis apakah mereka mampu mengerjakan soal tersebut. Sementara,
waktu itu George datang terlambat sehingga ia tidak mendengar pernyataan
tentang betapa sulitnya soal tersebut. Jadi, George pun tetap berpikir
optimis bahwa tidak ada soal yang tidak dapat dikerjakan.

Kisah tersebut membuktikan bahwa betapa besar kekuatan pikiran positif untuk
kesuksesan kita, demikian juga halnya betapa besar kekuatan pikiran negatif
untuk membuat kita pesimis dan menghambat keberhasilan kita. Oleh karena
itu, jika kita ingin meraih keberhasilan maksimal dalam hidup kita, tidak
ada pilihan lain kecuali kita mengembangkan pikiran positif dan sikap yang
optimis.

Di saat kita optimis dan berpikir positif, tiba-tiba pikiran kita menjadi
kreatif dan mencari cara untuk mewujudkannya. Sebaliknya di saat kita
pesimis dan berpikir negatif, tiba-tiba pikiran kita buntu dan mati gaya
sehingga akhirnya kita menyerah. Itu sebabnya jika kita mempelajari Firman
Tuhan, kita akan selalu merasakan sikap optimis dan positif.

Seseorang dibatasi oleh pikiran-pikiran yang ia pilih sendiri. Kembangkan
sikap optimis dan positif.
Axact

Inamedia

Media Bagi Sesama.

Tulis komentar: